[9] Surat untuk Masa Depan

letter-writing
 
Day 9 : Dear Future Me

Jakarta, 17 April 2016

Dear Kiki di masa depan.

Halo, apa kabar Kiki di masa depan? Saat aku menulis ini, waktu menunjukkan pukul 19.58 hari Minggu, Jakarta sedang hujan deras setelah berhari-hari panas terik dan kering kerontang. Bagaimana dengan di masa depan saat kamu membaca ini? Apakah sedang hujan atau bulan sedang bersinar sangat terang?

Saat aku menulis surat ini, aku masih berusia 22 tahun dan akan segera menjadi 23 tahun dalam enam hari ke depan. Ah, aku jadi bertanya-tanya. Berapa saat ini usiamu di masa depan? Tiga puluh? Empat puluh? Atau bahkan lima puluh tahun?

Aku sungguh penasaran dengan dirimu di masa depan. Apakah wajah kita berubah? Apakah bentuk tubuh kita berubah? Apakah kita masih terlihat seperti anak kecil ataukah kita sudah pintar berdandan? Apakah cita-cita kita menjadi dokter bedah mulut tercapai? Apakah impian kita bekerja sosial di luar negeri terwujud? Apakah kamu sudah menikah? Apakah kamu menikah dengan seseorang yang kamu temui saat kerja sosial luar negeri? Atau justru dengan seseorang yang dekat tapi tidak kamu duga-duga? Apakah kamu sudah membahagiakan orang tua? Apakah kamu menjaga silaturahmi dengan kakak, adik dan ipar-iparmu? Apakah kamu bahagia?

Jangan kesal ya dengan banyaknya pertanyaan dariku. Aku kan sudah bilang kalau aku benar-benar penasaran dengan dirimu di masa depan. Mungkin saat membaca ini, kamu baru saja menyelesaikan satu operasi yang berlangsung berjam-jam dan membuatmu sangat lelah. Apakah kamu ingat rasa lelah berjuang di integrasi? Apakah rasanya lebih lelah di masa depan?

Kamu tahu tidak, saat ini aku merasa sedang kehilangan arah. Terjebak begitu lama rutinitas yang itu-itu saja. Aku sungguh berharap kamu bisa membalas suratku dari masa depan, jadi kamu bisa menghibur dan menyemangatiku. Dengan begitu aku juga menjadi tahu bahwa semua hal ini memang berat namun akan menuai hasil pada akhirnya. Kuharap saat kamu tertawa, kamu akan bisa menertawakan masa-masa ini sebagai bagian dari hidupmu.

Kudoakan apa pun yang terjadi, semoga cita-cita dan impian kita di masa ini tercapai di masa depan. Aku ingin ketika kamu membaca surat ini, kamu akan teringat padaku. Sosok Kiki yang berusia 22 tahun yang masih berjuang mendapatkan gelar dokter gigi. Kuharap kamu ingat beratnya masa ini, sehingga kita akan lebih kuat di masa yang akan datang.

Salam sayang,
Dari Kiki di masa ini (atau masa lampau untukmu)

 

Advertisements

2 thoughts on “[9] Surat untuk Masa Depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s