[7] Jumpa Penggemar Impian

20160419_102059

#aprilblogadaychallenge

Day 7 : 3 Authors (Bloggers) I Wish I Could Meet

Harusnya prompt ini bercerita tentang tiga blogger yang ingin aku temui, tapi sejujurnya aku tidak punya daftar blogger yang ingin aku temui. Oleh karena sebagai gantinya aku akan menulis tentang penulis yang ingin aku temui.

1. JK Rowling

J K Rowling

Dalam deretan penulis favorit, Rowling menduduki peringkat pertama. Novel fantasi karya Rowling, yaitu Harry Potter adalah novel fantasi pertama yang aku baca dari anak-anak sampai selesai di buku ketujuhnya. Aku terus menjadi penggemarnya ketika Rowling menulis dengan nama alias Robert Galbraith untuk bukunya The Cuckoo’s Calling yang kali ini juga genre favoritku, misteri dan detektif.
Gaya menulis Rowling adalah gaya menulis yang aku jadikan acuan. Rowling tidak menulisnya dengan bahasa yang terlalu puitis yang berat dan bertele-tele. Pemilihan kata yang ringan, namun kaya plot adalah kelebihan Rowling.  Her characters are true to themselves, still charming despite their flaws, like someone that can be found in your life. Rowling is the first author who pulls me into books and I’d really love to meet her.

2. Tere Liye

20150320092821_616

Penulis yang menggunakan nama pena selalu punya daya tarik tersendiri buatku. Aku penasaran dengan sosok beliau di balik karya-karyanya. Novel yang ditulis Tere Liye selalu kental dengan budaya Indonesia, entah itu Aceh, Minang, Jakarta atau bahkan Lombok. Cerita-cerita pendeknya pun selalu berhasil membuatku tertohok, karena itu merupakan kejadian sehari-hari yang dirangkum dengan apik dalam kisah.
Mendapatkan kesempatan bertemu dengan beliau dan belajar bagaimana beliau tidak hanya menulis tapi juga berhasil memperkenalkan budaya daerah adalah salah satu keinginanku.

3. Mitch Albom

134774333
Aku mengenal karya-karya Mitch Albom dari Deta. The Timekeeper adalah novel bahasa Inggris pertamaku yang kuselesaikan kurang dari enam jam. Sama seperti Rowling, kosa kata Bahasa Inggris yang digunakan Albom tidak sesulit itu, namun entah mengapa hal itu justru menyedotku semakin dalam pada cerita. Ciri khas Albom dalam hampir semua novelnya adalah entah bagaimana seluruh karakter yang terlihat sama sekali tak berhubungan ternyata bisa menjadi saling terkait erat. Plot twist yang membuatku tercengang.
Karya Albom selalu terlihat sederhana, namun memiliki makna yang dalam. Diangkat dari tema-tema yang luput dari perhatian kita dan dituliskan untuk membuat kita sadar. Kalau aku bisa bertemu Mitch Albom, aku ingin sekali berdiskusi tentang konsekuensi tindakan-tindakan para tokohnya.

Sebenarnya aku adalah penggemar banyak penulis yang daftarnya mungkin akan sepanjang daftar judul buku-buku mereka yang sudah kubaca. Untunglah prompt ini membatasi hanya tiga saja, jadi aku memilih tiga secara acak.

Lalu, siapa penulis favoritmu yang ingin kamu temui?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s