[6] Babbling about Descendants of The Sun

poster.medium

#aprilblogadaychallenge

Day 6 : Something that Make Me Crazy

Descendants of The Sun (DOTS) adalah serial drama Korea Selatan yang menceritakan tentang seorang dokter bedah bernama Kang Mo-yeon (Song Hye-kyo) yang bertemu dengan seorang tentara kesatuan khusus Kapten Yoo Si-jin (Song Joong-ki). Mereka bertemu di Seoul, berpisah, kemudian bertemu kembali di sebuah negara bernama Uruk. Selama di Uruk, dr. Kang dan Kapten Yoo harus menghadapi berbagai masalah yang akan mengubah pandangan mereka mengenai nilai yang mereka pegang teguh selama ini.

Peringatan : mengandung spoiler!

Sejak awal Descendants of The Sun (DOTS) tayang, aku memang sudah merencanakan untuk menulis tentang drama yang waktu itu masih diprediksi akan menjadi salah satu drama populer pada awal tahun 2016 ini. Episode terakhir DOTS tayang Kamis (14/4/16) yang lalu menjadi momen yang tepat untuk membahas serial drama ini.

Promosi Descendants of The Sun telah dimulai segera setelah Song Joong-ki (Nice Guy, Werewolf Boy) menyelesaikan wajib militer. Ditambah lagi dengan kabar Song Hye-kyo (Full House, That Winter The Wind Blows) yang menjadi pemeran utama wanita. Disusul dengan peran pendukung yang tak kalah solid seperti Jin Goo (Northern Limit Line), Kim Ji-won (Heirs, Gap Dong) dan SHINee’s Onew (my bias!). Belum lagi deretan artis yang mendukung sebagai cameo seperti Lee Kwang-soo (Nice Guy, It’s Okay It’s Love), Lee Jong-hyuk (Gentleman Dignity) dan Yoo Ah-in (Sungkyungwan Scandal, Six Flying Dragon). Dari daftar pemeran saja, DOTS telah menarik banyak peminat dengan deretan artis favorit.

Ditambah lagi dengan jenis plot yang tidak biasa : sebuah melodrama antara tentara kesatuan khusus dan dokter di sebuah negara fiksional yang rawan perang dan bencana alam. Secara pribadi, aku suka ide cerita yang berbeda ini. Konflik di antara Si-jin dan Mo-yeon berasal dari internal, lebih tepatnya perbedaan pandangan mereka mengenai hidup dan mati serta cara mereka dalam menyelamatkan nyawa. Dokter menyelamatkan nyawa dengan merawat sedangkan tentara bisa jadi harus membunuh demi menyelamatkan nyawa lain.

Konflik lain yang juga sangat menarik adalah konflik Lee Chi-hoon (Onew) yang salah memberikan tanda triase dan terpaksa meninggalkan pasien karena kondisi gedung yang hampir runtuh. Perubahan karakter Chi-hoon dari dokter muda yang polos dan naif menjadi dokter yang dewasa dan mampu diandalkan salah satu bagian cerita yang menarik. Meskipun Onew Oppa, kamu nangis terus deh hampir di setiap episode.

Lokasi syuting di Yunani jelas menonjolkan keindahan setting Uruk yang menjadi daya tarik tersendiri. Lihat saja scene di pantai kapal karam. Semua orang pasti menjadi tertarik untuk mengunjungi Yunani setelah itu.

DOTS berbeda dengan drama-drama Korea yang biasanya karena menggunakan sistem pre-production dimana seluruh proses syuting dan produksi telah selesai sebelum drama ini tayang. Sistem ini memberikan keuntungan yaitu banyaknya waktu untuk mengedit dan memilih scene yang menarik. Sebagai contoh, editing pada episode dua saat perpotongan scene antara operasi dr. Kang Mo-yeon dan operasi penyelamatan Kapt. Yoo Si-jin. Editing pada episode itu meninggalkan kesan kontras antara dua tindakan yang sama-sama bertujuan menyelamatkan nyawa namun dengan metode yang sangat berbeda.

Kekurangan dari pre-production (atau bisa dibilang sesuatu yang patut kita syukuri) adalah ketika ternyata DOTS sangat populer melebihi perkiraan maka tidak mungkin dilakukan perubahan plot demi penambahan episode. Yang bisa dilakukan hanyalah menambahkan dokumentasi di balik layar atau epilog. Beberapa dari kita yang pecinta drama mensyukuri hal ini karena penambahan episode biasanya membuat cerita semakin bertele-tele.

Kudos untuk seluruh tim produksi dengan eksekusi yang luar biasa!

Mau tak mau sebenarnya harus mengakui bahwa kekurangan DOTS juga ada pada karaternya. Seperti karakter khas Kim Eun-sook, scriptwriter DOTS pada drama-drama yang dituliskan sebelumnya seperti Secret Garden, Heirs, dan Gentlemen Dignity, Kim menuliskan pemeran prianya sebagai sosok alpha-male yang dapat diandalkan dan kadang melewati batas nyaman dengan pemeran wanita. Yoo Si-jin memang tidak sepemaksa Kim Tan atau semaunya Kim Do-jin, tapi ciri khas itu tetap ada. Song Joong-ki memerankan Yoo Si-jin dengan charming sehingga menyamarkan sifat alpha-male tersebut.

Tarik ulur antara Si-jin dan Mo-yeon juga sedikit terasa menyebalkan. Bayangkan Mo-yeon sudah menolak Si-jin empat kali! Setidaknya public confession pada episode sembilan dan sepuluh bisa menutupi hal itu.

Descendants.of.the.Sun.E12.160331.HDTV.H264.540p-SS.mkv_003400969

Meskipun demikian, harus mengakui bahwa hubungan antara tokoh dalam drama sangat solid. Persahabatan antara Dae-young dan Si-jin yang kocak. Hubungan Mo-yeon dan Myung-joo yang berubah dari rival menjadi sekutu karena sama-sama punya pacar tentara. Kepedulian Dae-young pada Ki-bum yang mengharukan. Kekompakan antar Tim Alpha dan antar tim dokter juga ditampilkan dengan apik.

Tapi tetap saja ada beberapa scene di sepanjang serial yang membuatku sebagai penonton memutar bola mata, seperti cardiac arrest yang dialami Yoo Si-jin. Beberapa dari kita mungkin setuju untuk memaafkan ke-absurd-an scene tersebut. Tapi scene episode 15 sedikit  mengecewakan.

Dari awal kita sudah diberikan clue bahwa pekerjaan Si-jin akan terus berkaitan dengan bahaya dan memiliki kemungkinan tewas dalam bertugas. Kita bisa memaafkan kemampuan super Si-jin yang bisa berdiri tepat beberapa menit setelah cardiac arrest. Lalu dia dikabarkan tewas dalam tugas untuk kemudian dinyatakan hidup kembali dan muncul begitu saja di gurun. Kalau Si-jin benar-benar tewas itu akan jadi plot twist hebat dalam sejarah drama, tapi kembalinya Si-jin malah membuatku bertanya-tanya : jadi Yoo Si-jin itu manusia super, rubah ekor sembilan, alien seperti Do Min-joon atau vampir?

Meskipun ada cerita di balik cara penyelamat Si-jin dan Dae-young tetap saja itu plot hole yang besar. Bagaimana bisa Lt. Ahn dari Korut tahu persis misi Tim Alpha dan bagaimana ia menyusup dalam milita? For friendly suggestion, just switch off your brain for awhile when watching.

DOTS punya potensi untuk memainkan profesi karakternya sebagai bagian dari plot, tapi alih-alih mengambil potensi itu, DOTS menunjukkan bahwa kita tidak perlu khawatir pada Si-jin dan Daeyong karena apa pun bahaya yang terjadi, mereka pasti kembali.

Sejauh ini, DOTS meraup keuntungan besar dengan mendapat dukungan dan sorotan dari berbagai pihak, mulai dari diliput oleh BCC UK, ditonton dan direkomendasikan oleh Perdana Menteri Thailand serta berbagai promosi lain yang dilakukan oleh KBS2.

cover

OST untuk drama ini sendiri diisi oleh banyak penyanyi berbakat seperti Lyn, Davichi, K.Will, EXO’s Chen, Punch, Kim Nayoung, Mad Clown, Xia Junsu, dan lain-lain yang ikut mendukung popularitas drama ini. Meskipun ratingnya tidak menembus 40% (rating episode 16 mencapai 38.8%), sudah menjadikan DOTS sebagai drama sukses di tahun ini.

Pada akhirnya, DOTS benar-benar membuatku sebagai pecinta drama Korea menjadi gila (dan bahkan berhasil meracuni dua temanku hehehe). Di satu sisi, DOTS dieksekusi dengan sangat menarik dan plot yang tidak biasa, tapi di sisi lain ia juga punya kekurangan yang sulit diabaikan. Meskipun demikian, DOTS akan tetap menjadi salah satu drama yang berkesan dan cukup menyenangkan untuk ditonton (terutama karena Onew!).

Mari kita tunggu epilognya!

Rekomendasi untuk : pecinta rom-com dan melodrama. 

Gambar diambil dari  Google

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s