[4] Tears of Joy

#aprilblogadaychallenge

Day 4 : One of The Last Time I (Almost) Cried Was

I used to think crying in a wedding ceremony is silly. Why do people cry on a supposedly joyous once-in-a-lifetime celebration?

Tapi semuanya berubah saat Kak Liza menikah.

Aku baru sadar bahwa ada sesuatu yang sakral yang menggerakkan hati saat akad nikah berlangsung. Ayah, yang biasanya santai dan selalu tenang, bahkan sedikit banyak terlihat tegang saat bersiap-siap. Mama yang biasanya jarang berekspresi juga tegang. Aku yang saat itu kerjaannya hanya mengabadikan momen sama sekali tidak merasakan apa-apa.

Lalu ijab qabul pun diucapkan.

Alhamdulillah semuanya lancar. Saat itulah, aku baru lihat Ayah terlihat sangat lega dan Mama benar-benar menangis. Beliau bilang beliau menangis karena khawatir dan penuh syukur. Tangis bahagia, katanya. Itu pertama kalinya aku juga mendadak merasa ingin menangis. Ada suatu perasaan aneh saat kakak kandungmu telah menikah. Perasaan seolah kamu melepaskan dia untuk tidak hanya jadi bagian hidupku, tapi bagian hidup orang lain dan keluarga yang lain. Rasanya campur aduk antara bahagia dan sedih.

Sekarang aku mengerti kenapa orang-orang menangis di pernikahan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s